Sejarah

Fakta Sejarah Pandemi Flu Spanyol Sejak Tahun 1918 Silam

Pandemi flu Spanyol pernah terjadi pada tahun 1918 silam, mulai dari negara Spanyol hingga menginfeksi seluruh dunia. Sejarah ini tentu tidak akan pernah terlupakan, karena pada saat itu belum banyak kemajuan di bidang kedokteran yang mampu membuat penangkal pandemi.

Tidak seperti pandemi yang terjadi di era modern, obatnya mudah ditemukan dengan cepat. Pandemi penyakit pada masa itu sulit dihilangkan karena membutuhkan kerja sama dari banyak pihak. Masa penyakit flu Spanyol memiliki beberapa fakta sejarah menarik yang harus diketahui.

Fakta Sejarah Pandemi Flu Spanyol

Penyakit ini melanda dunia dari tahun 1918 sampai 1920, namun meskipun hanya 2 tahun, ada banyak korban jiwa yang melayang karena sulitnya mencegah penularan. Berikut adalah fakta sejarah menarik tentang penyakit tersebut yang mungkin belum Anda ketahui.

  1. Memakan banyak korban jiwa

    Fakta sejarah menarik tentang pandemi flu Spanyol adalah wabah ini memakan korban jiwa yang sangat banyak, bahkan sampai ratusan juta orang. Awalnya wabah penyakit ini hanya terjadi di suatu negara, namun kemudian menyebar karena sejak awal tidak diketahui.

    Korban jiwa ini dikabarkan paling banyak terdapat di negara spanyol sendiri. Kemudian menyebar ke Amerika dan berbagai negara lainnya, sehingga negara Amerika juga menjadi salah satu daerah yang korbannya cukup banyak. Setidaknya korban jiwa tercatat mencapai 500 juta.

    Penyakit ini awalnya disebabkan oleh flu unggas yang bisa menular ke manusia. Dengan jumlah orang meninggal sampai 500 juta, tentu menjadi kenangan yang kurang bagus bagi dunia, karena jumlah tersebut tidak sedikit, serta menyangkut nyawa manusia yang berharga.

  2. Terdapat 2 gelombang pandemi

    Fakta sejarah lainnya adalah pandemi flu Spanyol terjadi dalam 2 gelombang, bahkan ada yang menyebutkan terjadi dalam 4 gelombang. Hal ini bisa terjadi karena kurang tindak pencegahan penularan, sehingga begitu mereda, wabah penyakitnya kembali melanda ke seluruh dunia.

    Jadi pada tahun 1918 ketika wabah penyakitnya melanda, pemerintah setiap negara sempat menyatakan bahwa pandeminya sudah berakhir pada tahun 1919. Namun ketika masyarakat sudah menjalankan aktivitas sehari – hari seperti biasa, wabah tersebut justru kembali lagi.

    Itu sebabnya wabah penyakit kembali melanda selama 1 tahun lagi sampai tahun 1920. Namun setelah April 1920 ketika wabah sudah dinyatakan berhenti, masalah ini sudah benar – benar diatasi dengan munculnya vaksin dan berbagai obat lainnya yang diproduksi masal.

  3. Sulit menerapkan protocol kesehatan

    Fakta sejarah pandemi flu Spanyol adalah sulitnya menerapkan protocol kesehatan pada saat itu. Protocol kesehatan adalah aturan – aturan yang harus diikuti untuk menjaga kesehatan. Biasanya protocol kesehatan diterapkan ketika terdapat wabah penyakit melanda negara.

    Protocol kesehatan ini sangat sulit diterapkan bahkan oleh pemerintah setiap negara. Alasan masing – masing pemimpin negara saat itu adalah karena takut membuat kepanikan di tengah – tengah masyarakat. Sehingga lebih baik tidak diberi arahan apa – apa tentang protocol tersebut.

    Protocol kesehatan yang diterapkan sebenarnya kurang lebih mirip dengan pandemi corona. Kesulitan dalam menerapkan protocol kesehatan pada masa itu dianggap menjadi salah satu penyebab adanya gelombang kedua wabah oleh berbagai ahli, karena tidak ada jaga jarak.

  4. Terdapat banyak penelitian ilmiah

    Selama pandemi flu Spanyol melanda dunia, ternyata juga ada banyak penelitian ilmiah yang dilakukan oleh ilmuwan hebat pada masa itu. Terutama ilmuwan – ilmuwan yang berasal dari negara Belanda dan Inggris yang saling bertukar pikiran tentang cara mengatasi penyakitnya.

    Pada masa itu para ilmuwan juga menyebarkan banyak kuisioner agar mendapatkan data – data untuk penelitian ilmiah. Berkat penyebaran kuisioner ke berbagai daerah terutama untuk para dokter, akhirnya para peneliti ilmiah berhasil menemukan berbagai cara untuk menanganinya.

    Namun tentu saja untuk mewujudkan pembuatan vaksin dan obat – obatan membutuhkan waktu. Meskipun pada akhirnya bisa segera diterapkan dan mengakhiri pandeminya.

  5. Pernah melanda Indonesia

    Pandemi flu Spanyol ternyata juga pernah melanda Indonesia. Namun fakta sejarah menariknya adalah ada banyak berita hoax di Indonesia pada masa itu, seperti konsumsi lele dapat menyembuhkan flu Spanyol, sehingga penjual ikan lele mendapat keuntungan saat itu.

    Masih ada beberapa berita hoax lainnya di Indonesia tentang cara penyembuhan pada masa tersebut. Namun tentu saja berita hoax tersebut akhirnya bisa diatasi dengan adanya obat – obatan asli untuk menyembuhkan wabah penyakit.

    Berdasarkan beberapa fakta menarik tersebut, wajar saja jika peristiwa dunia dilanda penyakit tersebut menjadi terkenal hingga saat ini. Namun dari peristiwa bersejarah tersebut, dunia bisa belajar tentang bagaimana cara menangani wabah penyakit yang melanda seluruh dunia.

Peristiwa wabah penyakit bersejarah ini juga menjadi titik kebangkitan penemuan di bidang kedokteran, karena pada masa tersebut, akhirnya banyak ilmuwan atau peneliti yang berhasil menemukan vaksin. Itu sebabnya pandemi flu Spanyol bisa mereda dalam waktu 2 tahun.