PEMERINTAH INGIN UMKM RAMBAH PASAR GLOBAL, PADI UMKM PASTIKAN HAL TERSEBUT BISA TERJADI

UMKM dinilai masih sulit dalam merambah pasar ekspor yang menjadi tantangan bagi UMKM dimasa sekarang ini. UMKM masih terfokus pada pasar domestic saja dan tidak mengindahkan potensi pasar global yang dinilai besarnya 28 kali lipat dari pasar domestic. Hal ini dianggap UMKM menyia-nyiakan berbagai peluang yang ada di pasar global.

Dilansir dari Detik News (06/01/21), Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menilai kemampuan daya saing UMKM tanah air masih belum optimal, karena jumlah yang mampu beradaptasi dan terhubung dengan ekosistem digital baru sekitar 13%. Faktanya, asosiasi penyelenggara jasa internet (APJII) melaporkan hingga kuartal II 2020, tingkat penetrasi internet di Indonesia mencapai 73.7%. Artinya, ada sekitar 196,7 juta jiwa penduduk Indonesia telah dapat menggunakan akses internet.

Ketua MPR RI ini juga menyampaikan bahwa hamper 69% pelaku usaha yang berada di Indonesia bergerak di sektor UMKM. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah UMKM di Indonesia mencapai 64,19 juta unit, menyerap 97% dari total tenaga kerja. Kontribusi mereka terhadap produk domestic bruto sangat besar yaitu mencapai 60%.

Menurut bamsoet juga diperlukan adanya Langkah kreatif sebagai stimulus mendorong lahirnya inovasi baru di tanah air. Karena tanpa inovasi, UMKM hanya akan bergerak ditempat atau bahkan lambat laun bisa tergulung roda zaman. Penuturan Bamsoet kepada detiknews.

Pasar Digital UMKM hasil inisiasi KBUMN dan BUMN lainnya ini dinilai sebagai platform digital yang akan membantu UMKM untuk dapat maju lebih cepet secara digital dan siap untuk go digital di era yang akan datang. Dengan adanya Gerakan Go digital dari pasar digital pengadaan barang dan jasa BUMN ini diharapkan ke depannya UMKM dapat semangat untuk berjualan secara online dan siap untuk merambah pasar global.

Meluncur pada Agustus 2020, platform digital beli barang dan jasa pemerintah ini mengakui bahwa sejak peluncurannya hingga akhir tahun 2020 mereka terus berusaha mengembangkan, mengedukasi UMKM serta berusaha untuk memberikan kemudahan agar UMKM mampu bertahan dan berkembang di era digitalisasi sekarang ini, fitur pembiayaan UMKM, pasar yang pasti serta kepastian pembayaran menjadi salah satu keunggulan platform digital jual barang dan jasa pemerintah ini pada penugasannya.

Pada 2021, 47 BUMN lainnya yang baru bergabung di platform digital pengadaan barang dan jasa BUMN ini disiapkan untuk membuat transaksi secara besar-besaran agar pembelian secara merata dapat terealisasi dan UMKM mampu memajukan perekonomian Indonesia serta mampu bertahan dan semakin besar di masa depan. Kementerian BUMN menginginkan transaksi secara besar-besaran dan secara berulang terjadi di platform digital ini.

Pemerintah berupaya mendorong masyarakat untuk bangga mengkonsumsi buatan Indonesia, serta menjadikan UMKM terbiasa dengan pemasaran online. Program-program dimaksud selaras dengan himbauan Presiden untuk mendorong belanja barang dan jasa oleh BUMN guna menghindari resesi ekonomi.

tips dan trik