Memilih Cemilan Bayi? Pastikan Kandungannya Dahulu

Beli cemilan bayi instan menjadi salah satu hal yang tidak terelakkan ketika memiliki bayi berusia 6 bulan ke atas, terutama untuk ibu yang memiliki kesibukan sehingga tidak bisa membuat makanan MPASI sendiri. Berbagai varian rasa dari makanan dan cemilan bayi instan membuat ibu sangat terbantu karena tidak lagi repot menyediakan makanan si kecil.

Namun, seiring waktu kekhawatiran pun muncul mengenai kandungan gizi di dalam makanan bayi instan dan tingkat keamanannya. Banyak mitos beredar membuat ibu semakin khawatir memberikan makanan instan kepada bayi.

Hal yang Perlu Diketahui Tentang Makanan Instan Bayi

Mungkin Anda salah satu orangtua yang merasakan kekhawatiran mengenai makanan instan si kecil. Simak poin-poin berikut untuk membantu Anda menghilangkan kekhawatiran dalam memberikan si kecil makanan instan:

1. Faktor yang Menyebabkan Makanan Bayi Instan Awet

Makanan dan cemilan instan untuk bayi biasanya memiliki daya tahan 6 hingga 12 bulan dari tanggal pembuatan sebelum kemasan dibuka. Apabila kemasan sudah dibuka hanya bertahan sekitar 1 bulan saja. Daya tahan yang awet ini disebabkan karena pembuatannya menggunakan bahan alami seperti beras merah atau putih, dan gandum yang telah melalui tahap penepungan.

Bahan lainnya seperti sayuran atau daging juga melalui tahapan yang sama dengan menggunakan bahan asli. Kemudian semua bahan dikeringkan hingga tidak ada kadar airnya, lalu disterilkan dan dikemas dalam kemasan kedap udara sehingga benar-benar aman untuk si kecil.

2. Rasa Gurih Berasal dari Takaran Gula, Garam, dan MSG yang Tepat

Ketika beli cemilan bayi, Anda harus memperhatikan kandungan di dalamnya yang tertera di label atau kemasannya. Biasanya akan tertera berapa persen kandungan gula, garam, dan MSG di dalam produk tersebut yang membuat makanan bayi instan ini lebih memiliki rasa dibanding makanan bayi rumahan.

Sebenarnya, bayi berusia 3 bulan ke atas sudah bisa mengonsumsi, gula, garam, dan MSG, tapi takarannya harus pas. Biasanya, produk makanan bayi instan telah memperhatikan hal tersebut.

3. Kandungan Nutrisi dalam Makanan Bayi Instan dapat Diseimbangkan

Kandungan nutrisi yang ada di makanan bayi instan memang mampu membantu pertumbuhan si kecil. Akan tetapi, tidaklah selengkap itu. Apalagi telah melalui proses sterilisasi yang membuat kandungan gizi di dalam bahan alami pembuatnya mungkin berkurang.

Oleh sebab itu, Anda bisa menyeimbangkan kebutuhan nutrisi si kecil dengan memberikan MPASI buatan sendiri. Jadi, si kecil tidak selalu mengonsumsi makanan bayi instan. Anda juga bisa mencampurkan makanan bayi instan dengan MPASI buatan sendiri.

Pemberian makanan bayi instan tidak benar-benar berbahaya asalkan Anda mengetahui kandungan di dalamnya dan bagaimana penggunaannya. Membeli makanan bayi instan juga harus dilakukan di tempat terpercaya. Orami merupakan salah satu toko yang menjual pilihan beragam perlengkapan bayi untuk memenuhi kebutuhan si kecil. Selain itu, Anda juga bisa beli cemilan bayi di toko online ini.

Kesehatan